Kamis, 07 November 2013

Kenaikan Tingkat

          Ahad, 3 November 2013 yang lalu, kani anggota angkata 93 Mu'allimaat melaksanakan kenaikan tingkat dari calon pengenal purwa mwnjadi pengenal purwa pandu Hizbul Wathan. Sebelum melakukkan kenaikan tingkat kami harus memenuhi syarat diantaranya adalah hafal janji dan undang-undang pandu Hizbul Wathan, Hafal  tujuan pandu Hizbul Wathan, hafal dan dapat menyanykan lagu Indonesia raya dengan benar, dan yang terakhir hafal dan dapat menyanyikan mars pandu Hizbul Wathan .
          Tahap pertama kita harus berkumpul di lapangan Madrasah, kemudian setiap kelompok mendapatkan satu pertanyaan yang harus dijawab, tetapi jika tahu ketua kelompoknya haram mengangkat tangannya dan menjawab dengan benar, setelah lama menunggu, akhirnya kamipun ditunjuk untuk  menjawab pertanyaan dan pertanyaan yang harus kami jawab adalah "Apa arti dari Hizbul Wathan ?" tanya kakak Dewan Kerabat  Penghela (DKP) dan aku membisikkan jawaban kepada ktua kelompok "Cinta tanah air". setelah diperbolehkan mahu kami menyanyikan yel-yel kelompok kami dan dilanjutkan menyanyikan mars Hizbul Wathan, setelah kami menyanikannya kami mendapatkan sebuah peta kecil dan kami diperintahkan untuk menuju ke pos-pos selanjutnya untuk menjalankan beberapa tugas lagi. Saat perjalanan menuju ke pos dua kami sedikit berselisih dan akhirnya kami sampai di pos dua dengan keadaan cuaca yang cukup buruk karena lanit tampak gelap seperti saat petang.
          Dipos dua kami ditanya oleh kakak DKP tentang Sejarah Kepanduan Hizbul Wathan, tetapi kami belum menjawab 10 soal , karena cuaca yang semakin lama semakin dingin maka kakak DKP mengatakan cukup kalian boleh melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya yaitu pos tiga.... . Saat perjalanan menuju ke pos tiga kami merasakan ada percikan-percikan ari yang turun dari atas dan ternyata hujan mulai turun, salah satu teman saya berkata " Walaupun hujan deras tak ada yang dapat menghalagi kita untuk melakukan kenaikan tingkat hari ini!" begitulah teriakannyan pada kami sekaligus menambah semangat saya untuk berlari walaupun saat hari itu saya berpuasa. Dipos ketiga ini kami diperintahkan untuk mencari hasduk masing-masing kelompok, tetapi ada beberapa perwakilan kelompok yang tidak sabaran dan akhirnya menjadi campur dari kelompok yang satu ke kelompok yang lainnya. Dan dengan penuh perjuangan saya mendapatkan hasduk dua teman sekelompok saya dan hasduk saya sendiri, setelah lama saya mencari hasduk teman saya yang lain ada kakak DKP mengatakan " Ambi aja hasduk yang klalian bawa terus ditukar lagi waktu sekolah besok ya.... " dan mendengar itu saya dengan terburu-buru melepaskan sepatu dan kaus kaki saya agar tidak basah karena di pos ketiga ini tempatnya adalah di Ndalem Notoprajan yang biasanya kami pakaiu untuk latiha Tapak Suci di awal pembelajaran kami.
          Upacarapun dimulai saat kami telah berkumpul semuanya. Kami melakukan upacara sambil kehujanan dan akhirnya selesai dan kami pulang dengan pakaian yang basah kuyup. Diperjalanan saya mendengar adzah berkumandang dan saya harus bersegera untuk berbuka, akan tetapi saat itu saya sedang kelelahan dan kehabisan tenaga untuk berlari dan saya takut jika saya berlari saya akan terpeleset atau menabrak orang yang sedang berkendara di sebrang jalan ynag lain, maka saya putuskan untuk berbuka dengan menggunakan air hujan, tetapi ar hujan sangant lama untuk menetes, jadi tak apa maka saa berbuka dengan menggunakan ari hujan tersebut dan akhirnya saat sampai di asrama saya segera mandi dan berganti baju. Mungkin cukup sekian yang dapat saya ceritakan di kesempatan kali ini,  mohon maaf jika ada kesalahan kata, karena saya menulisnya dengan terburu-buru. Sekian dan sampai jumpa kembali.... .